jrf salam

Selamat Datang Saat ini Anda Sedang Berada di Blog Komunitas Jejak Railfans.

Wednesday, 15 December 2021

Cara Konfigurasi Router DHCP Di Cisco Packet Tracer

 Cara Konfigurasi DHCP Router Cisco - Untuk melakukan konfigurasi router DHCP itu terbilang mudah apabila masih menggunakan 1 buah router jadi tidak perlu melakukan routing. Sebelum melakukan bagaimana routing dengan 2 atau 3 router kalian harus bisa melakukan konfigurasi 1 buah router terlebih dahulu.


Langsung saja kita mulai konfigurasinya tapi sebelum mulai konfigurasinya siapkan dulu alat tempurnya seperti :
  • Laptop atau Komputer
  • Aplikasi Cisco Paket Tracer

Jika sudah memenuhi kalian bisa buka aplikasi cisco paket tracer nya dan buatlah topologi jaringannya seperti gambar dibawah ini.

Cara konfigurasi DHCP di Cisco packet tracer



" mas itu yang berawarna biru namanya kabel apa? "
Kabel yang berwarna biru itu adalah kabel console yang biasanya digunakan untuk konfigurasi router di dunia nyata.

" Kenapa harus menggunakan kabel console? "

Karena di dunia nyata jika seorang network engineer ingin melakukan konfigurasi atau routing sebuah router itu memerlukan kabel console agar bisa di lakukannya konfigurasi atau routing.

Jika kalian sudah membuat topologinya seperti yang sudah saya tunjukan seperti gambar di atas maka kalian ikuti langkah-langkah ini :

Pertama, kalian Klik laptop nya dulu lalu piliih tab Desktop lalu cari kotak terminal, Jika sudah klik terminal tersebut. Jika sudah makan akan mucul tampilan terminal configuration seperti gambar dibawah, langsung saja kita tekan enter untuk masuk ke terminal.


Setelah menekan enter nanti akan muncul pertanyaan Continue with configuration dialog? [Yes/no] kita isikan No saja karena kita ingin memulai konfigurasi bukan ingin melanjutkan konfigurasi. Jika sudah ikuti perintah perintah konfigurasi nya seperti dibawah ini.
  1. router> enable
  2. router# configure terminal 
  3. router (config)# interface fa0/0 ( Karena saya menyambungkan kabel pada interface fa0/0 maka saya tulisa fa0/0, jika kalian menyambungkannya di fa0/1 maka kalian bisa ganti fa0/0 menjadi fa0/1 ).
  4. router (config-if)# ip address 192.168.0.1 255.255.255.0 ( ini adalah ip address pada interface fa0/0 ).
  5. router (config-if)# no shutdown
  6. router (config-if)# exit ( untuk keluar dari interface fa0/0 ).
  7. router (config)# ip dhcp pool admin123
  8. router (dhcp-config)# network 192.168.0.0 255.255.255.0 
  9. router (dhcp-config)# default-router 192.168.0.1 (ini adaah ip address router yang akan kita jadikan sebagai gateway)
  10. router (dhcp-config)# exit
  11. router (config)# 
Keterangan: Pada admin123 kalian bebas mengisikan nya dengan nama lain, itu hanya untuk memberikan nama pada dhcp pool yang kita sudah kita buat.

Jika kalian sudah mengikuti langkah-langkah konfigurasi router diatas maka sekarang kita test apakah client berhasil mendapatkan dhcp atau tidak?
Cara untuk mencobanya dhcp berhasil atau tidak pada client  yaitu : 
  • kalian klik dan pilih salah satu komputer client
  • Pilih kotak Ip configuration
  • jika sudah terbuka, pertama setting-an ip nya masih menggunakan static, sekarang kita pindahakan ke dhcp lalu lihat hasilnya.

Selamat konfigurasinya berhasil sekarang komputer client telah mendapatkan ip dari router

Sekian dari cara konfigurasi router dhcp di cisco paket tracer, semoga bisa bermanfaat untuk kalian. Maaf bila ada salah kata atau kesalahan lain, share artikel ini agar teman kalian bisa juga melakukan konfigurasi router ini. 

Sekian dan terimakasih.






Thursday, 3 June 2021

KONFIGURASI ROUTING DYNAMIC EIGRP DENGAN 3 ROUTER

 


Langkah Konfigurasi

Buka Program Cisco Packet Tracernya, Lalu sediakan beberapa perangkat sebagai berikut :
1. Personal Computer Total > 44 Buah
2. Laptop > 4 Buah
3. Switch 2960 > 3 Buah
4. Router 2911 > 3 Buah
5. Access Point PT > 1 Buah
6. Gunakan kabel automatic untuk switch dan PC
7. Gunakan Kabel Serial untuk Antar Router

1. Setelah perangkat terkumpul, Susun perangkat hingga menjadi seperti ini:

2. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/0 ROUTER 0, seperti dibawah ini :


3. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/1 ROUTER 0, seperti dibawah ini :


4. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/0 ROUTER 1 , seperti dibawah ini :


5. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/1 ROUTER 1 , seperti dibawah ini :



6. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/2 ROUTER 1 , seperti dibawah ini :


7. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/0 ROUTER 2 , seperti dibawah ini :


8. Konfigurasi IP Address pada Interface gigabitEthernet 0/1 ROUTER 2 , seperti dibawah ini :


9. Konfigurasi Routing EIGRP pada ROUTER 0 , seperti dibawah ini :


10. Konfigurasi Routing EIGRP pada ROUTER 1 , seperti dibawah ini :


11. Konfigurasi Routing EIGRP pada ROUTER 2 , seperti dibawah ini :


12. Konfigurasi DHCP pada ROUTER0 agar komputer/PC yang terhubung mendapatkan IP Address secara otomatis seperti dibawah ini :


13. Konfigurasi DHCP pada ROUTER1 agar komputer/PC yang terhubung mendapatkan IP Address secara otomatis seperti dibawah ini :


14. Konfigurasi DHCP pada ROUTER2 agar komputer/PC yang terhubung mendapatkan IP Address secara otomatis seperti dibawah ini :



15. Lalu setting pengaturan IP Address pada semua komputer/PC ubah settingan dari Static ke DHCP

16. Jika sudah lakukan test Ping antar komputer/PC, contoh :




17. Jika test ping hasilnya seperti diatas maka Routing EIGRP berhasil

Monday, 24 May 2021

Konfigurasi Routing Dynamic (EIGRP)

Konfigurasi Routing Dynamic (EIGRP) di Cisco Packet Tracer - Kali ini saya akan membahas artikel tentang Jaringan Cisco dengan judul Konfigurasi Routing Dynamic (EIGRP) di Cisco Packet Tracer.

EIGRP merupakan singkatan dari Enhanced interior gateway routing protocol.

EIGRP adalah sebuah routing protocol dynamic yang biasa di sebut hybrid distance vector routing protocol,tetapi EIGRP ini hanya bisa di gunakan pada perangkat cisco.

Nah, sekarang sudah tahu dengan yang namanya Routing Dynamic EIGRP ini. Selanjutnya mari ketahap konfigurasinya.


1. Pertama buatlah topologi seperti gambari dibawah ini :




2. Konfigurasi router R0, konfigurasi IP Address pada interface gi0/0, gi0/1, dan gi0/3



3. Konfigurasi router R1, konfigurasi IP Address pada interface gi0/0, gi0/1, dan gi0/3


4. Konfigurasi router R2, konfigurasi IP Address pada interface gi0/0, gi0/1, dan gi0/3


5. Konfigurasi routing EIGRP pada router R0 




6. Konfigurasi routing EIGRP pada router R1


7. Konfigurasi routing EIGRP pada router R2


8. Konfigurasi IP Address pada PC0


9. Konfigurasi IP Address pada PC1

10. Konfigurasi IP Address pada PC2


11. Lakukan test PING dari PC0 ke PC1 dan PC2




12. Test PING berhasil maka konfigurasi routing EIGRP sudah berhasil dilakukan

 


Thursday, 15 April 2021

Konfigurasi Rapid PVST+

 Mengkonfigurasi Rapid PVST+

 

 



Objectives

Part 1: Configure VLANs

Part 2: Configure Rapid Spanning Tree PVST+ Load balancing

Part 3: Configure PortFast and BPDU Guard

Download file pka Configuring Rapid PVST+

Setting CLI Pada Semua Switch

1. Switch S1

S1>en

S1#conf t

S1(config)#vlan 10

S1(config-vlan)#vlan 20

S1(config-vlan)#vlan 30

S1(config-vlan)#vlan 40

S1(config-vlan)#vlan 50

S1(config-vlan)#vlan 60

S1(config-vlan)#vlan 70

S1(config-vlan)#vlan 80

S1(config-vlan)#vlan 99

S1(config-vlan)#int range f0/1-4

S1(config-if-range)#switchport mode trunk

S1(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99

S1(config)#int vlan 99

S1(config-if)#ip add 172.17.99.11 255.255.255.0

S1(config-if)#no shut

S1(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

S1(config)#spanning-tree vlan 1,10,30,50,70 root primary

 

 

 

2. Switch S2

S2(config)#int fa0/11

S2(config-if)#switchport mode access

S2(config-if)#switchport access vlan 10

S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable

S2(config-if)#spanning-tree portfast

S2(config-if)#no shut

S2(config)#int fa0/18

S2(config-if)#switchport mode access

S2(config-if)#switchport access vlan 20

S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable

S2(config-if)#spanning-tree portfast

S2(config-if)#no shut

S2(config)#int fa0/6

S2(config-if)#switchport mode access

S2(config-if)#switchport access vlan 30

S2(config-if)#spanning-tree bpduguard enable

S2(config-if)#spanning-tree portfast

S2(config-if)#no shut

S2(config-if)#vlan 10

S2(config-vlan)#vlan 20

S2(config-vlan)#vlan 30

S2(config-vlan)#vlan 40

S2(config-vlan)#vlan 50

S2(config-vlan)#vlan 60

S2(config-vlan)#vlan 70

S2(config-vlan)#vlan 80

S2(config-vlan)#vlan 99

S2(config-vlan)#ex

S2(config)#int vlan 99

S2(config-if)#ip add 172.17.99.12 255.255.255.0

S2(config-if)#no shut

S2(config-if)#ex

S2(config)#int range f0/1-4

S2(config-if-range)#switchport mode trunk

S2(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99

S2(config)#spanning-tree vlan 1,10,20,30,40,50,60,70,80,99 root secondary

S2(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

S2(config-if)#no shut

 

 

 

3. Switch S3

S3>en

S3#conf t

S3(config)#vlan 10

S3(config-vlan)#vlan 20

S3(config-vlan)#vlan 30

S3(config-vlan)#vlan 40

S3(config-vlan)#vlan 50

S3(config-vlan)#vlan 60

S3(config-vlan)#vlan 70

S3(config-vlan)#vlan 80

S3(config-vlan)#vlan 99

S3(config-vlan)#int range f0/1-4

S3(config-if-range)#switchport mode trunk

S3(config-if-range)#switchport trunk native vlan 99

S3(config)#spanning-tree mode rapid-pvst

S3(config)#spanning-tree vlan 20,40,60,80,99 root primary

S3(config)#int vlan 99

S3(config-if)#ip address 172.17.99.13 255.255.255.0

S3(config-if)#no shut

 

 

 

Konfigurasi Jaringan Rapid-PVST+ yang telah berjalan



Wednesday, 14 April 2021

TUGAS KONFIGURASI LEGACY INTER-VLAN ROUTING

Berikut Langkah langkah membuat skema konfigurasi Legacy Inter-Vlan Routing menggunakan Cisco Packet Tracer :

 

1. Buka Cisco Packet Tracker

 


2. Buat skema topologi jaringan sederhana, seperti gambar dibawah ini :

 



3. Untuk konfigurasi awal, buatkan ip address untuk kedua PC sesuai dengan ip yang sudah ditentukan.


Caranya adalah mengklik icon PC –> IP Configuration kemudian buat IP addres nya :

PC1

IP Address : 172.17.0.21

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Gateway : 172.17.0.1

 




 

PC2

IP Address : 172.17.30.23

Subnet Mask : 255.255.255.0

Default Gateway : 172.17.30.1




 

4. Konfigurasi Vlan 10 dan Vlan 30 pada switch.

Klik icon switch kemudian pilih CLI ( Command Line Interface) untuk mulai configurasi,

Berikut konfigurasi nya :

Switch>ena

Switch#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Switch(config)#vlan 10

Switch(config-vlan)#name vlan10

Switch(config-vlan)#vlan 30

Switch(config-vlan)#name vlan30

Switch(config-vlan)#exit

Switch(config)# interface range fa0/1, fa0/3

Switch(config-if-range)#switchport mode access

Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#interface range fa0/2, fa0/4

Switch(config-if-range)#switchport mode access

Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#exit

Switch#

 

 




 

5. Membuat konfigurasi routing static dan encapsulasi database vlan melalui router.

Perintah CLI nya sebagai berikut :

Router>ena

Router#conf t

Enter configuration commands, one per line. End with CNTL/Z.

Router(config)#interface fa0/0

Router(config-if)#ip address 172.17.0.1 255.255.255.0

Router(config-if)#no sh


Router(config-if)#

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/0, changed state to up


%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/0, changed state to up


Router(config-if)#exit

Router(config)#interface fa0/1

Router(config-if)#ip add

Router(config-if)#ip address 172.17.30.23 255.255.255.0

Router(config-if)#no shutdown


Router(config-if)#

%LINK-5-CHANGED: Interface FastEthernet0/1, changed state to up


%LINEPROTO-5-UPDOWN: Line protocol on Interface FastEthernet0/1, changed state to up


Router(config-if)#exit

Router(config)#exit

Router#

 





6. Pengujian/pengecekan. Apakah dari masing masing VLAN sudah bisa terhubung atau belum.

 

Test Ping dari PC 1 ke PC 2 " IP PC 2 = 172.17.30.23 " jika hasilnya PC 2 membalas ” replay from 172.17.30.23 : bytes=32 time=lms TTL=127″ bertanda konfigurasi berhasil dan VLAN sudah bisa berkomunikasi.


*TERIMAKASIH SEMOGA BERMANFAAT*


Saturday, 27 March 2021

TUGAS PERTEMUAN 2 PERBEDAAN MODEL KEAMANAN JARINGAN WIRELESS

 

1. WEP (WIRED EQUIVALENT PRIVACY)

WEP adalah suatu metode pengamanan jaringan nirkabel, merupakan standar keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wirelessEnkripsi WEP menggunakan kunci yang dimasukkan (oleh administrator) ke klien maupun access point. Kunci ini harus cocok dari yang diberikan akses point ke client, dengan yang dimasukkan client untuk authentikasi menuju access point, dan WEP mempunyai standar 802.11b.

WEP terdiri dari dua tingkatan yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.

WEP merupakan sistem keamanan yang lemah. Namun WEP dipilih karena telah memenuhi standar dari 802.11 yakni :

1.            Exportable

2.            Reasonably strong

3.            Self-Synchronizing

4.            Computationally Efficient

5.            Optional

Fungsi WEP

WEP ini dapat digunakan untuk verifikasi identitas pada authenticating station. WEP juga dapat digunakan untuk data encryption.

Kelebihan WEP

Saat user hendak mengkoneksikan laptopnya, user tidak melakukan perubahan setting apapun, semua serba otomatis, dan saat pertama kali hendak browsing, user akan diminta untuk memasukkan Username dan password Hampir semua komponen wireless sudah mendukung protokol ini. 9.

Kekurangan WEP

Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.WEP menggunakan kunci yang bersifat statisMasalah initialization vector (IV) WEPMasalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32).

2. WPA / WPA2(WI-FI PROTECTED ACCESS)

Suatu sistem yang juga dapat diterapkan untuk mengamankan jaringan nirkabel. Metode pengamanan dengan WPA ini diciptakan untuk melengkapi dari sistem yang sebelumnya, yaitu WEP. WPA mengimplementasikan layer dari IEEE, yaitu layer 802.11i. Nantinya WPA akan lebih banyak digunakan pada implementasi keamanan jaringan nirkabel.

Teknik WPA didesain menggantikan metode keamanan WEP, yang menggunakan kunci keamanan statik, dengan menggunakan TKIP (Temporal Key Integrity Protocol) yang mampu berubahsecara dinamis. Protokol TKIP akan mengambil kunci utama sebagai starting point yang kemudian secara reguler berubah sehingga tidak ada kunci enkripsi yang digunakan dua kali.

Jenis WPA

a. WPA

WPA-PSK adalah security yang lebih update dari WEP. WPA-PSK mempunyai decryption yang ada pada WEP. WPA-PSK menambahkan security yang lebih pada wireless anda. WPA-PSK masih bisa dicrack atau disadap, tetapi mengambil masa lebih lama dari WEP. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

b. WPA2

WPA2-PSK adalah security terbaru untuk wireless, dan lebih bagus dari WEP dan WPA-PSK, tetapi masih bisa untuk dicrack atau disadap tetapi sangat memakan banyak waktu. Dalam WPA2-PSK ada dua jenis decryption, Advanced Encryption Standard (AES) dan Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). TKIP banyak kelemahan oleh itu lebih baik anda gunakan AES. Panjang key adalah 8-63, anda boleh memasukkan sama ada 64 hexadecimal atau ASCII(seperti biasa).

Kelebihan WPA

Meningkatkan enkripsi data dengan teknik Temporal Key Integrity Protocol (TKIP). enkripsi yang digunakan masih sama dengan WEP yaitu RC4, karena pada dasarnya WPA ini merupakan perbaikan dari WEP dan bukan suatu level keamanan yang benar – benar baru, walaupun beberapa device ada yang sudah mendukung enkripsi AES yaitu enkripsi dengan keamanan yang paling tinggi.

Kelemahan WPA

Kelemahan WPA sampai saat ini adalah proses kalkulasi enkripsi/dekripsi yang lebih lama dan data overhead yang lebih besar. Dengan kata lain, proses transmisi data akan menjadi lebih lambat dibandingkan bila Anda menggunakan protokol WEP Belum semua wireless mendukung, biasanya butuh upgrade firmware, driver atau bahkan menggunakan software tertentu.

3. HOTSPOT

Sistem keamanan Wi-Fi masih jauh dari sempurna. Dari dua pilihan sistem keamanan yang tersedia (WEP atau WAP), manakah yang layak anda gunakan. Fleksibilitas dan kenyamanan koneksi merupakan dampak positif yang paling kita rasakan saat menggunakan jaringan Wi-Fi. Akan tetapi, koneksi Wi-FI juga menyimpan risiko keamanan tersendiri. Sifat yang secara nirkabel secara tidak langsung membuka celah PC anda bagi siapa saja yang ikut serta dan bila perlu menyadap lalu-lintas data yang ditransmisikan dalam jaringan Wi-Fi.

Hingga saat ini dua standar keamanan dalam jaringan Wi-Fi sudah disodorkan. Standar yang pertama adalam WEP (Wired Equivalent Protocol), disusul standar WPA (Wi-Fi Protected Access). WEP mengamankan lalu lintas informasi pada jaringan Wi-Fi dengan menggunakan sistem “kunci pengaman” yang disebut “WEP key”. Dengan WEP key ini semua lalu lintas data terlebih dahulu di-encode atau encrypt sebelum ditransmisikan ke udara sehingga mencegah akses terhadap pihak yang tidak berkepentingan.

4. MAC FILTER

MAC Address Filtering merupakan metode filtering untuk membatasi hak akses dari MAC Address yang bersangkutanHampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. MAC filters ini juga merupakan metode sistem keamanan yang baik dalam WLAN, karena peka terhadap jenis gangguan seperti:pencurian pc card dalam MAC filter dari suatu access pointsniffing terhadap WLAN.

Fungsi MAC Filter

MAC filter fungsinya untuk menseleksi komputer mana yang boleh masuk kedalam jaringan berdasarkan MAC Address. Bila tidak terdaftar, tidak akan bisa masuk ke jaringan MAC filter Address akan membatasi user dalam mengakses jaringan wireless. Alamat MAC dari perangkat komputer user akan didaftarkan terlebih dahulu agar bisa terkoneksi dengan jaringan wireless.

Kelemahan MAC Filter

MAC Address bisa di ketahui dengan software kisMAC. Setelah diketahui MAC Address bisa ditiru dan tidak konflik walau ada banyak MAC Address sama terkoneksi dalam satu AP.